Gorontalopost.co.id, PAGUYAMAN — Setelah dinyatakan Lenyap ketika melangkah keluar Griya sejak Sabtu (14/2). Seorang siswi Kelas VI Sekolah Asas (SD) terungkap bagian dalam kondisi Tak bernyawa. Kondisinya mengenaskan, terdapat luka di bagian leher, jazadnya mengapung di pantai Bubaa, Paguyaman Pantai. Korban terungkap Penduduk, Ahad, (15/2).

Informasi Nan didapatkan mengatakan, sekira pukul 15.30 wita, sejumlah Penduduk Nan bagian dalam perjalanan menuju Desa Limba memakai mobil pickap menyaksikan sesuatu di kembali batu di pantai, berjarak Sekeliling dua meter, Nan tampak seperti boneka.

Saksi membiarkannya dan meneruskan perjalanan ke Desa Limba. ketika kembali melewati rute Nan Baju, saksi memeriksa Letak tersebut, betapa kagetnya Beliau, ternyata Nan dikira boneka Ialah jasad anak Wanita.

Petugas Nan mendapati informas penemuan mayat, langsung berbegas ke Letak. teridentifikasi, anak Wanita tersebut Ialah RI (13) Nan lebih sebelumnya telah diinformasikan Lenyap.

“Ya, hasilkan menjamin penyebab Primer Mortalitas korban, maka jasadnnya diangkut ke Griya Sakit Sembari mengharap tim dokter dariManado guna alur autopsi Nan telah disetujui keluarga korban. hasilkan hasilnya kami Tetap mengharap informasi kelebihan terus,” Jernih Kasat Reskrim Polres Boalemo Iptu Nurwahid Kiay Demak ketika dikofirmasi Gorontalo tulisan,Selasa (17/2).

kelebihan terus Iptu Nurwahid menyambung, pihaknya juga telah melaksanakan olah Loka Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan saksi guna alur penyelidikan.

“Dugaan Fana korban meninggal dikarenakan Eksis unsur kekerasan. dikarenakan dari visum bagian luar,Eksis tanda-tanda luka Barang tumpul di bagian leher korban hingga lubang. Selain itu, di bagian kemaluan korban juga melangkah keluar darah. Nah, Mortalitas Tak wajar dialami korban ini Nan akan kami selidiki kelebihan terus,”singkap mantan penyidik handal di Direktorat Reserse dan Kriminal Spesifik Polda Gorontalo ini.

Dijelaskan Iptu Nurwahid, bahwa RI tinggal berdua ayahnya, Fana Bunda kandugnya telah tinggal di Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. Sehari sebelum kejadian, Bapak korban kesana ke Limboto Kabupaten Gorontalo, Fana korban ditinggalkan Seiring Abang Wanita serta suaminnya. ketika itu korban pamitan kepada kakaknya hasilkan melangkah keluar Griya.

“Jadi Tak teridentifikasi korban lorong sendirian atau Eksis Nan menjemput, dikarenakan di sana itu suram gulita sunyi saat Baju sekali Tak Eksis lampu penerangan. Jarak antara Griya korban dan TKP Sekeliling 2 Kilometer. TKP itu kayak tebing di bawahnya air Bahari, di Letak itu memang Sunyi dikarenakan Tak Eksis Griya, sebelah kiri gunung, sebelah kanan tebing atau jurang Bahari,”Jernih Iptu Nurwahid.

Fana itu turun 24 jam, Direktorat Reserse Kriminal Biasa (Ditreskrimum) Polda Gorontalo melalui Tim Opsnal Resmob Seiring Tim Identifikasi melaksanakan backup terhadap Polres Boalemo terkait penemuan sesosok mayat Nan terapung di Pantai Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo.

Pada Senin, (16/2/2026) pukul 12.50 Wita, Tim Resmob/Analis Ditreskrimum Polda Gorontalo Seiring Tim Identifikasi Nan dipimpin langsung oleh Kompol Guruh baik Eddy Suryana, S.I.K., M.H., tiba di Polsek Paguyaman Pantai hasilkan melaksanakan olah Loka kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, serta pendalaman kelebihan terus.

Dijelaskan Direktur Reserse Kriminal Biasa Polda Gorontalo KBP Teddy Rachesna, S.H., S.I.K., M.Si., berdasarkan output interogasi terhadap sejumlah saksi, tim menemukan adanya dugaan tindak pidana.

Tim Opsnal kemudian melaksanakan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku berinisial RP (19) Nan telah ditangani. Dari output penyelidikan dan pemeriksaan, RP menyetujui perbuatannya.

Motif Fana teridentifikasi dikarenakan pelaku berniat melaksanakan persetubuhan terhadap korban, namun korban menolak sehingga pelaku melaksanakan tindakan kekerasan Nan menyebabkan korban meninggal Bumi.

Pelaku kemudian membuang barang data dan meninggalkan korban di Letak muara hingga pada akhirnya terungkap Penduduk. hasilkan mencegah adannya kecurigaan Penduduk bahwa dirinnya sebagai pelaku pembunuhan, RP ikut mendukung Penduduk ketika korban dievakuasi.

Namun, setelah dijalankan penyelidikan intensif, polisi pada akhirnya menemukan bahwa RP Ialah pelaku Primer Nan mengeksekusi RI hingga tewas. RP disinyalir merupakan kerabat tidak berjarak korban.

bagian dalam postingan di media sosial, warganet mengupload Kalau RP Ialah Abang ipar korban, atau suami dari Abang korban. Terduga pelaku ketika ini telah ditangani di Mako Polres Boalemo guna menjalani alur legalitas kelebihan terus. (roy)

By klv6i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *