Semarang

Video bernarasi ‘gadai syarat disetubuhi’ di Kota Semarang viral di media sosial. Pihak Loka gadai pun menjelaskan kejadian sebenarnya.

Video Nan viral itu berjudul ‘Heboh!! Loka Gadai di Semarang dituding Beri Syarat Harus Mau disetubuhi’. Video tersebut menayangkan seorang wanita sedang menelpon di Ambang Gadai Kurnia. Namun pengunggah telah menghapuskan video tersebut.

Pemilik Gadai Kurnia, Rudy Kurniawan, menuturkan usahanya dinilai difitnah lantaran kejadian tersebut murni diperbuat secara pribadi oleh pegawainya. Beliau pun mengalami dirugikan lantaran video tersebut berujung viral.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sangat membebani Upaya gua, sangat fitnah. Sebenarnya ini kan oknum. Jadinya di eksternal jam kerja dan ternyata melabraknya di Masa jam kerja. Makanya ini sangat membebani Upaya gua,” bongkar Rudy, Rabu (17/9/2025).

Rudy menerangkan, pembuat video mula itu pun diminta pihaknya hasilkan menghapuskan unggahan. Beliau juga menginginkan pengunggah video itu hasilkan Membikin Penjelasan. Sayangnya, video tersebut tersebar melebar berdua diunggah sejumlah identitas.

“Kita telah rekam buktinya. Kita menghubungi si pembuat video pertama, ‘gimana maksudnya, Anda mau hapuskan atau kita laporkan?’ Setelah itu Beliau kooperatif, mau menghapuskan dan mau menjelaskan,” Jernih Rudy.

“Orang itu (perekam) Ialah orang Nan diajak Nan mempunyai HP. Beliau mengajak temannya, seketika Beliau Baju pacarnya Nan memvideo itu. Berhubung Beliau telah mau menghapuskan dan menjelaskan, makanya kita urungkan hasilkan mengabarkan kejadian tersebut,”imbuhnya.

mula Mula Kejadian

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Andy, menerangkan peristiwa tersebut bermula ketika seorang wanita Mau menggadaikan ponsel. Andy pun kesana ke Letak kejadian di Gadai Kurnia, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur.

“Informasi melangkah masuk si Wanita ini menggadaikan dua HP ke sini. Itu telah sesuai jejak kerja. dikarenakan tau berdua keliru Esa pegawai di sini, pada akhirnya mereka mempunyai kontak masing-masing, pesan-pesan-an,” ucapan Andy di Gadai Kurnia.

Andy berbisik, wanita tersebut lantas meminjam Duit secara pribadi kepada pegawai Nan telah dikenal. Di eksternal tahapan gadai, keduanya bersepakat secara pribadi hasilkan ke hotel.

“Si Wanita tadi mau mengajukan pinjaman, tapi secara pribadi. Mengenai ke hotel dan Nan lain itu Ialah deal mereka seorang diri,” tegasnya.

Namun, Andy menerangkan, ketika wanita tersebut hendak menebus ponselnya di Loka pegadaian setelah meraih Duit pinjaman, terjadi sebuah persoalan. Permasalahan itu menyertakan wanita itu berdua Bunda pegawai tersebut.

Kala itu, wanita tersebut Mau menebus ponselnya Nan digadai, tetapi utang ke pegawai tersebut diminta Bunda itu hasilkan dilunasi kelebihan masa lalu.

“Ibunya Pria tadi juga kerja di sini, tahu ceritanya, (bilang) ‘dikembalikan saja masa lalu Duit Nan pinjam berdua anak gua’. Mereka nggak mau, maunya ngambil HP masa lalu. merasa ngeri Eksis apa-apa, pada akhirnya HP Nan digadai di sini diserahkan,” tutur Andy.

Mujur, ponsel Nan berperan jaminan telah dikembalikan sehingga Tak Eksis lagi barang Nan ditahan di Loka gadai itu.

“Jadi intinya, Ialah gadai ini Tak Eksis hubungannya berdua utang-piutang Nan viral tersebut. dikarenakan itu Ialah utang piutang bawah tangan pribadi mereka seorang diri,” papar Andy.

(Saya/apl)

By klv6i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *