Lombok inti -
Kepolisian Resor (Polres) Lombok inti mengusut kasus dugaan persetubuhan terhadap anak berkebutuhan Spesifik di tidak akurat Esa sekolah bagian luar Normal (SLB) di area tersebut. Penanganan kasus tersebut sekarang telah diperkuat dari penyelidikan ke penyidikan.
“Perkaranya telah tumbuh sidik (penyidikan),” bongkar Kasat Reskrim Polres Lombok inti, Iptu Luk Luk Il Maqnun, kepada detikBali, Senin (10/11/2025).
Berdasarkan informasi Nan dihimpun detikBali, pelecehan seksual terhadap siswi SLB itu terjadi pada 26 Agustus Lampau. Korban disinyalir dicabuli oleh seseorang di toilet sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus itu terungkap setelah korban merasakan kesakitan dan kelaminnya minat darah ketika hendak buang air Mini. ketika ditanyakan oleh orang tuanya, korban pun memberikan isyarat bahwa dirinya telah dicabuli oleh seseorang di toilet sekolah. Mereka lantas mengabarkan kasus itu ke polisi pada 29 Agustus.
Luk Luk berucap penyidik telah mengantongi identitas terduga pelaku. Hal itu berdasarkan output pemeriksaan saksi-saksi dan alat data Nan telah dikantongi. Hanya saja, Beliau berujar, penetapan tersangka anyar meraih dijalankan setelah gelar perkara.
“Terduga pelaku telah Eksis, kami Tetap menanti pemeriksaan secara komprehensif sebelumnya anyar kelak kita lakukan gelar tindak lanjutnya,” ujarnya.
Luk Luk mengemukakan penyidik telah memeriksa belasan saksi terkait dugaan persetubuhan terhadap siswi SLB itu. Belasan orang Nan telah dimintai keterangan termasuk pihak sekolah dan saksi-saksi lainnya.
“Kami telah melaksanakan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi,” imbuhnya.
internal Masa tidak berjarak, Luk Luk berujar, penyidik juga akan menginginkan keterangan dari saksi Pakar hasilkan melengkapi berkas perkara dan barang data Nan telah dipegang penyidik. Selain itu, polisi juga akan melaksanakan gelar perkara hasilkan menentukan kondisi terduga pelaku.
“Kami akan periksa, berkoordinasi berbarengan Pakar psikolog. Itu telah kami kumpulkan data-data. Hanya kami sedang melengkapi,” ucapan Luk Luk.
Ia menegaskan penanganan kasus ini Tak menemukan kesulitan meski korbannya merupakan siswi berkebutuhan Spesifik. Menurutnya, tahapan penyelidikan maupun penyidikan ditangani sesuai berbarengan tapak kerja penanganan Nan Beraksi.
Di sisi lain, Luk Luk juga tak menampik akan mendalami kemungkinan adanya korban lain terkait kejadian tersebut. Terlebih, peristiwa memilukan itu terjadi di lingkungan sekolah.
“Kami dalami lagi, apakah Eksis perkampungan termasuk kemungkinan Eksis korban lain. Kami Tetap dalami,” pungkasnya.
(iws/iws)