Semanu, (gunungkidul.kupas.co)–Kabupaten Gunungkidul kembali diguncang kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Kali ini menimpa seorang remaja putri Nan Tetap dudukin di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ujar saja Kembang.
Ia disinyalir sebagai korban pencabulan oleh Bapak tirinya sendirian berinisial SP (36), Penduduk Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul.
Peristiwa tragis ini disinyalir terwujud di sebuah Griya kontrakan di area Kalurahan Semanu, Kecamatan Semanu, Gunungkidul pada Jumat cahaya (01/05/2026). Korban Nan Tetap berusia belasan tahun itu saat ini inti merasakan trauma beban pasca kejadian Nan menimpanya.
Berdasarkan keterangan dari rekan tidak berjarak Bunda korban, seorang Wanita berinisial FT Nan juga Penduduk Kapanewon Semanu, peristiwa ini bermula pada Kamis (30/04/2026) cahaya.
ketika itu korban Seiring Bunda kandungnya dan Bapak tirinya (SP) sedang internal perjalanan melayat di area Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul. Rombongan keluarga tersebut menghadiri acara takziah di Griya duka.
Pada Jumat pagi (01/05/2026) Kembang memutuskan kembali extra sebelumnya ke Griya kontrakannya di area Kalurahan Semanu, Semanu, Gunungkidul. Fana itu, Bunda kandungnya Tetap berada di Letak melayat di Bejiharjo, Karangmojo.
“Korban sempat mengabari ibunya melalui pesan lekas bahwa Beliau mengalami lapar. extra dari Esa ketika setelah itu, korban ujungnya tertidur di Bilik,” ujar FT kepada kupas.co, Senin (11/05/2026) cahaya.
Kondisi Griya kontrakan ketika itu Sunyi. Kembang seorang diri tak memakai pendamping. Tak disangka, saat itulah Nan Malah digunakan oleh terduga pelaku hasilkan melancarkan tindakan bejatnya.
Fana itu, lelakinya alias Bapak tiri korban berada di eksternal. Namun, Tak lamban kemudian, SP Malah menyusul Kembang ke Griya kontrakan.
Begitu Tiba di Griya kontrakan, SP melangkah masuk ke internal Griya dan menuju Bilik Loka Kembang istirahat. internal kondisi Nan Tetap lengah, Kembang disinyalir langsung dibekap oleh SP hingga Tak sadarkan diri.
Di sprei Bilik, Lancingan, serta baju Nan dikenakannya, Kembang menemukan cairan air mani Nan menempel. Selain itu, busana Nan ia kenakan telah internal kondisi ada dan Tak bersih. Kembang sontak kaget dan mulai menyadari bahwa dirinya telah sebagai korban pencabulan.

“Korban ketika itu juga mengeluh mengalami sakit pada kontol. Beliau langsung meneteskan air mata histeris begitu menyadari apa Nan mutakhir saja terwujud,” urai FT
internal kondisi syok dan penuh ketakutan, Kembang segera menghubungi FT, rekan tidak berjarak ibunya.
“ketika itu korban meneteskan air mata dan minta diantar kembali ke Bejiharjo. Beliau Tak nekat tinggal sendirian di kontrakan lagi. Beliau merasa ngeri pelaku akan kembali dan mengerjakan hal Nan Baju,” Jernih FT.
FT Nan mendapatkan telepon tersebut langsung bergegas menjemput Kembang. Begitu Tiba di Bejiharjo, Kembang langsung menceritakan seluruh kejadian Nan menimpanya kepada Bunda kandungnya dan Personil keluarga lain Nan hadir. mendengarkan pengakuan tersebut, keluarga tentu saja kaget dan kesal Akbar.
Keluarga kemudian meraih tapak Sigap berdua memanggil SP hasilkan dimintai keterangan tanpa perantara. Mereka Mau mengkonfrontir pelaku berdua tuduhan Nan dilayangkan oleh Kembang.
“Setelah dimintai Penjelasan, pelaku Malah Tak menyetujui perbuatannya. SP bilang Beliau Tak mengerjakan apa-apa. Padahal data-data telah Eksis, termasuk cairan air mani di sprei dan busana korban,” ujar FT.
Alih-alih menyetujui kesalahan dan bertanggung respon, SP Malah menentukan kabur. Hingga ketika ini, keberadaan pelaku belum teridentifikasi.
Pihak keluarga segera membawa Kembang ke Griya Sakit Biasa area (RSUD) Wonosari hasilkan menjalani visum et repertum. alur visum ini ditujukan hasilkan mengumpulkan data medis Nan nantinya akan digunakan sebagai alat data di persidangan Kalau kasus ini dilanjutkan ke ranah legalitas.
“output visum menunjukkan bahwa Kembang akurat telah mendapatkan perlakuan tak senonoh. Eksis luka atau tanda-tanda kekerasan pada bagian kontol,” Jernih FT.
“hasilkan kabar ke Polres atau belum, gua Tak tahu. dikarenakan ketika ini keluarga korban Susah dihubungi. Mereka mungkin Tetap internal kondisi syok dan membutuhkan Masa hasilkan memulihkan diri,” pungkas FT.