Usilawati, Tante korban pencabulan di Lebak. (Sandi/bantennews)

LEBAK — Keluarga korban dugaan kekerasan seksual Nan mengikutsertakan seorang dukun di Kabupaten Lebak menyingkap dugaan pemerkosaan berulang terhadap korban. Keluarga menyebut pelaku EP disinyalir menyetubuhi korban dua kali setiap pekan selama Sekeliling enam purnama.

Tante korban, Usilawati berucap, kasus tersebut terungkap setelah kondisi korban memburuk. Awalnya, korban merasakan sakit lambung dan keluarga membawanya ke Griya sakit di Malingping ciptakan menjalani pemeriksaan darah.

“Hasilnya memang sakit lambung dan diperbolehkan kembali,” ucapan Usilawati ketika ditemui di rumahnya, Kamis (1/10/2026).

Namun, kondisi korban Tak membaik setelah kembali. Keluarga kemudian membawa korban ke puskesmas hingga dokter memutuskan korban harus menjalani perawatan.

dikarenakan kondisi korban tak kunjung membaik, keluarga menginginkan pemeriksaan USG. output pemeriksaan Malah menyingkap korban bagian dalam kondisi hamil.

“Dari output USG, perawat mengemukakan bahwa korban Tak sakit, melainkan hamil. Bahkan janin Nan berada bagian dalam perutnya dinyatakan telah meninggal,” ujarnya.

Keluarga kemudian menginginkan korban menyingkap siapa Nan mengerjakan Interaksi seksual terhadapnya. Awalnya, korban menyebut EP hanya sekali mengerjakan Interaksi seksual terhadap dirinya.

Namun setelah keluarga kembali menginginkan penjelasan, korban menyingkap dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi berulang kali.

“Awalnya korban berucap pelakunya EP dan anyar Esa kali disetubuhi. Keluarga terus bertanya dan ujungnya korban berterus cerah kalau EP mengerjakan aksinya dua kali seminggu selama enam purnama,” singkap Usilawati.

Keluarga semoga aparat penegak aturan mengusut kasus tersebut secara tuntas dan memberikan hukuman sesuai ketentuan aturan Kalau penyidik dan pengadilan membuktikan perbuatan pelaku.

“gua minta agar pelaku dihukum seberat-beratnya,” konfirmasi Usilawati.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd



By klv6i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *