Makassar

Seorang guru berinisial IMS (38) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengaku ditipu oknum Personil DPRD Makassar inisial AM bikin heboh. IMS mengaku dijanji akan dinikahi dan disetubuhi oleh AM.

“Awalnya itu Pak AM itu mengiming-imingi Saya. Pertama itu Pak AM mengaku Beliau duda kepada Saya, kemudian Pak AM itu berjanji Saya. Pak AM menginginkan Saya ciptakan bantu Beliau bagian dalam pencalegan sebagai calon Personil Majelis,” ujar IMS ketika dimintai konfirmasi detikSulsel, Jumat (14/3/2025).

IMS berucap AM juga pernah menyambangi Griya orang tuanya. bagian dalam kesempatan itu ia berjanji kepada keluarga IMS bahwa ia akan menikahinya setelah urusannya berbarengan istri sahnya telah tuntas.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pak AM pernah tiba ke Griya orang Uzur Saya. ketika Beliau tiba, Saya Nan urus, dikarenakan Masa itu Beliau sedang sakit, Nyaris lumpuh,” ucapnya.

Selain itu, IMS mengaku pernah menginap bareng AM di tidak presisi Esa hotel di Makassar. Beliau berucap mereka sempat berhubungan layaknya suami istri.

“Iya Saya pernah nginap di hotel. Hanya Esa gelap saja. Iya (ketika itu berhubungan raga),” singkap IMS.

IMS menuturkan telah mengorbankan hartanya ciptakan memenuhi kebutuhan AM. Beliau menyebut telah memberikan Duit hingga puluhan juta rupiah, baik secara Kontan maupun lewat transfer.

“turun kelebihan Rp 50 juta. Eksis Nan Saya kasih Kontan, Eksis juga Nan transfer. Bahkan Saya Tiba harus gadaikan BPKB mobil Saya dan Beliau tahu itu,” ungkapan Beliau.

“Beliau berjanji bantu Saya dikarenakan Saya kekurangan Duit jadi Saya bantu Beliau Duit. Beliau berjanji akan kembalikan itu Duit, Tiba sekarang Beliau Tak mengembalikan itu Duit,” imbuhnya.

Selama ini, ungkapan Beliau, dirinya menentukan damai dikarenakan mendapatkan ancaman dari AM. Beliau mengaku diancam akan dimutasi ke wilayah pelosok Kalau yakin diri berbicara mengenai Interaksi mereka.

“Selama ini Saya damai dikarenakan Saya diancam Baju Pak AM. Beliau bilang ke Saya bahwa Bilamana Saya berbicara, Beliau akan mutasi Saya ke Nusa,” katanya.

IMS mengimbuhkan AM juga mengancamnya ketika ia membuntuti seleksi pegawai wewenang berbarengan perjanjian kerja (PPPK). AM diungkap Mau menjegalnya agar Tak lolos bagian dalam seleksi tersebut.

“Nan pertama kalau Saya ikut tes ini, Beliau akan telepon temannya Agar Saya Tak diluluskan berkas bagian dalam seleksi PPPK. Tapi Alhamdulillah Saya tetap lulus,” ungkapnya.

Terkait itu, detikSulsel menguji menegaskan AM. Namun saat ini AM belum menanggapi pesan dan panggilan telepon.

(asm/hsr)

By klv6i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *