JAYAPURA– Tindakan bejad dikerjakan seorang Bapak terhadap anak kandungya Nan diperkirakan melaksanakan rudapaksa selama bertahun-tahun. Ya, seorang anak Wanita di Sarmi diperkirakan merasakan kekerasan seksual Nan dikerjakan oleh Bapak kandungnya sendirian selama bertahun-tahun. Korban dikatakan merasakan perbuatan tersebut sejak berusia Sekeliling enam tahun hingga nongkrong di bangku SMA.

1-PENGACARA NONA
Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila (foto:Elfira/Cepos)

Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila, berucap kasus tersebut mula sekali terungkap pada Desember 2025 setelah seorang rekan korban melaporkannya kepada Yayasan Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat Papua (YP2MP).

“Atas laporan itu, tim YP2MP langsung menuju ke Letak di mana anak tersebut berada dan Berjumpa berbarengan korban,” ujar Nona, sapaan akrab Nur Aida ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (9/3).

Menurutnya, kasus ini sebenarnya telah teridentifikasi oleh Bunda korban. Bahkan hasilkan melindungi anaknya, sang Bunda sempat menitipkan korban kepada seorang bapak angkat. Namun korban tetap menghentikan rapat apa Nan dialaminya.

“Ketika anak tersebut telah dititipkan, pelaku tetap mencarinya Lampau membawa kembali kembali ke Griya dan kembali melaksanakan perbuatan tersebut,” jelasnya.

dikarenakan peristiwa Nan dialaminya, korban sempat mengetes menyelesaikan hidupnya berbarengan meminum cairan pembersih. Namun ketika teridentifikasi oleh pelaku, korban Malah mendapatkan perlakuan kekerasan berbarengan disiram air kehangatan.

Nona menambahkan, Bunda korban sebenarnya pernah Berjuang memberitakan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Namun upaya itu Tersendat dikarenakan pelaku memukul dan mengancam membunuh istrinya.

JAYAPURA– Tindakan bejad dikerjakan seorang Bapak terhadap anak kandungya Nan diperkirakan melaksanakan rudapaksa selama bertahun-tahun. Ya, seorang anak Wanita di Sarmi diperkirakan merasakan kekerasan seksual Nan dikerjakan oleh Bapak kandungnya sendirian selama bertahun-tahun. Korban dikatakan merasakan perbuatan tersebut sejak berusia Sekeliling enam tahun hingga nongkrong di bangku SMA.

1-PENGACARA NONA
Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila (foto:Elfira/Cepos)

Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila, berucap kasus tersebut mula sekali terungkap pada Desember 2025 setelah seorang rekan korban melaporkannya kepada Yayasan Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat Papua (YP2MP).

“Atas laporan itu, tim YP2MP langsung menuju ke Letak di mana anak tersebut berada dan Berjumpa berbarengan korban,” ujar Nona, sapaan akrab Nur Aida ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (9/3).

Menurutnya, kasus ini sebenarnya telah teridentifikasi oleh Bunda korban. Bahkan hasilkan melindungi anaknya, sang Bunda sempat menitipkan korban kepada seorang bapak angkat. Namun korban tetap menghentikan rapat apa Nan dialaminya.

“Ketika anak tersebut telah dititipkan, pelaku tetap mencarinya Lampau membawa kembali kembali ke Griya dan kembali melaksanakan perbuatan tersebut,” jelasnya.

dikarenakan peristiwa Nan dialaminya, korban sempat mengetes menyelesaikan hidupnya berbarengan meminum cairan pembersih. Namun ketika teridentifikasi oleh pelaku, korban Malah mendapatkan perlakuan kekerasan berbarengan disiram air kehangatan.

Nona menambahkan, Bunda korban sebenarnya pernah Berjuang memberitakan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Namun upaya itu Tersendat dikarenakan pelaku memukul dan mengancam membunuh istrinya.

By klv6i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *