TANAHDATAR, METRO —Penyidik Sateskrim Polres Tanahdatar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan siswi MTsN 2 Sumanti bernama romansa Novita Sari Mista (15)  Nan jasadnya terungkap bagian dalam karung putih di kawasan Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab pada Rabu (19/2) Lampau.

bagian dalam rekonstruksi Nan dilaksanakan di dua Letak pada Senin (21/4), tersangka Primer, Noval Julianto (26) dan temannya Nan turut menolong, Bima (25) dihadirkan langsung hasilkan memperagakan Esa persatu adegan kasus pembunuhan dan pemerkosaan sadis tersebut.

Di Letak pertama rekonstruksi digelar di halaman Mapolres Tanahdatar dan Letak kedua dilaksanakan di TK Pembina Nan berperan Letak korban dibunuh dan diperkosa. keseluruhan, kedua tersangka memperagakan 74 adegan Nan dimulai dari perencanaan oleh kedua pelaku serta menjemput korban hingga eksekusi Tiba ke pembuangan mayat korban di Kecamatan Sungai Tarab.

Kasatreskrim Polres Tanahdatar AKP Surya Wahyudi berbisik, rekonstuksi Letak pertama dilaksanakan di Polres ditujukan  hasilkan merawat situasi agar terjamin dan terkendali selama tahapan reka ulang.

“Sengaja kita tentukan Letak pertama Ialah hasilkan merawat keamanan selama tahapan rekonstruksi. dikarenakan kalau dilokasi penjemputan korban sangat Tak memungkinkan,” katanya.

dinyatakan, pemilihan Letak pertama telah dikordinasikan berbarengan seluruh pihak, terutama berbarengan pihak Kejaksaan. Di Letak pertama ini, Eksis sebanyak 24 adegan Nan diperagakan oleh kedua tersangka.

“Fana di Letak pembunuhan Merupakan di sebuah sekolah Taman Kanak Kanak (TK) Pembina di Jorong Malintang, Nagari Lawang Mandailing, Kecamatan Salimpaung, Tanahdatar Eksis sebanyak 50 adegan,”  terangnya.

Di Letak TK ini, singkap AKP Surya, tergambar Jernih bagaimana N membunuh, menyetubuhi, hingga memasukan korban bagian dalam karung dan membuang mayat korban..

“Fana di TKP pembuangan mayat, dijalankan 13 adegan. keseluruhan Eksis 47 adegan Nan dijalankan di TKP pembunuhan. Rekonstruksi ini ditujukan membongkar kejadian sebenarnya dan memperjelas peran masing masing tersangka,” pastikan AKP Surya.

AKP Surya menuturkan, tersangka Noval berperan sebagai eksekutor sekaligus menyetubuhi korban setelah tewas dan membuang mayat korban. Fana hingga ketika ini peran Bima Tetap sebatas pembantu eksekutor.

“Jadi, keseluruhan keseluruhan Eksis 74 adegan. Di Polres Tanah Papak sebanyak 27 adegan, dan di TKP sebanyak 47 adegan,” tutur AKP Surya.

Reka ulang ini disaksikan oleh ratusan Penduduk Sekeliling Letak pembunuhan. Mereka begitu antusias Mau menyaksikan bagaimana kasus pembunuhan terwujud menurut Nan sebenarnya.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, kedua tersangka mengerjakan reka adegan ketika korban romansa diangkut memakai sepeda motor ke TK Pembina di Jorong Malintang, Nagari Lawang Mandahiling. ketika Tiba di Letak, tersangka Bima Nan membonceng korban berhenti di TK Pembina.

Kemudian,  tersangka Noval menyusul tersangka Bima dan korban romansa ke TK Pembina. Sesampai tersangka Noval di Letak, tersangka Bima dan korban Tetap dudukin di atas motor. Lampau, tersangka Noval susut dari motornya dan mencekik korban Nan Tetap dudukin di atas motor tersangka Bima.

Motor pun Anjlok, tetapi tersangka Noval berikut mencekik korban. Tak Eksis perlawanan, tetapi tersangka Bima langsung Berjuang melerai perbuatan tersangka Noval. Tapi, tersangka Noval Tak mengindahkan Embargo tersangka Bima. Lampau tersangkameninggalkan TKP Nan di sana Noval Tetap mencekik korban.

Korban romansa pun meninggal dikarenakan cekikan Noval. lalu tersangka Noval lumayan berkualitas tubuh romansa ke lantai TK Pembina, Lampau menyetubuhinya. Setelahnya, tersangka Noval menghubungi tersangka Bima kembali hasilkan menginginkan Donasi membawa sarung ke TKP dikarenakan korban telah meninggal Bumi.

Setelah 5 menit, tersangka Bima tiba dari samping TK Pembina. Tersangka Noval kemudian menghampiri tersangka Bima hasilkan memungut sarung, Lampau membungkus korban romansa. Kedua tersangka kemudian membuang jenazah korban di pinggir lorong Sungai Tarab.

Wali Nagari Lawang Mandailing Zulfirman menghargai kinerja pihak kepolisian, Nan berbarengan Sigap tanggap mengatasi kasus ini.

“Semoga kasus ini Sigap tuntas. Semoga ini kasus terakhir didaerah Saya. Jangan terwujud lagi kasus Nan Baju didaerah Saya. Mari kita tarik hikmah dari Seluruh kejadian ini. Mari kita setiap saat mengawasi anak-anak bagian dalam pergaulan. Kenali berbarengan siapa anak kita bergaul.” blokir Beliau. (ant)



By klv6i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *